Senin, 10 Agustus 2009

Rekap Kegiatan Yang Terlaksana 2008

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan adalah :

  • Technical Assisten Planning

    Selama tahun 2008 berjumlah 8 (delapan) kegiatan penerima manfaat sebanyak 148 orang (laki-laki 108 orang, perempuan 40 orang) mitra yang terlibat adalah P4K Untad, Bappeda Prop. Sulteng, RRI PRO II FM, TVRI Sulawesi Tengah, dengan jumlah dana keseluruhan yang terserap adalah Rp. 261.989.275 (Dua ratus enam puluh satu juta sembilan ratus delapan puluh sembilan ribu dua ratus tujuh puluh lima rupiah). Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan melalui

  • Technical Assisten Peace Building

    Selama tahun 2008 sebanyak 17 kegiatan penerima manfaat sebanyak 801 orang (laki-laki 311 orang, perempuan 490 orang) mitra yang terlibat adalah P4K Untad, IMI Sulteng, KPPA Sulteng, AJI Sulteng, PKMK Untad, SCI, Yayasan Savana, Lembaga Penelitian Universitas Tadulako, Harian Mercusuar Palu, TVRI Sulawesi Tengah, jumlah dana keseluruhan yang terserap sebesar Rp. 626.230.650 (Enam ratus dua puluh enam juta dua ratus tiga puluh ribu enam ratus lima puluh rupiah).

  • Grant Planning

    Selama tahun 2008 adalah 5 kegiatan penerima manfaat 157 orang (laki-laki 86 orang, perempuan 71 orang) mitra yang terlibat adalah Bappeda Prop. Sulteng, Perindagkop Prop. Sulteng, BPMD Prop. Sulteng, Subdin Pengairan Kimpraswil Prop. Sulteng, jumlah dana keseluruhan yang terserap sebesar Rp. 367.682.000 (Tiga ratus enam puluh tujuh juta enam ratus delapan puluh dua ribu rupiah).

  • Grant Peace Building

    Selama tahun 2008 adalah 9 kegiatan, penerima manfaat sebanyak 844 orang (laki-laki 439 orang, perempuan 405 orang) mitra yang terlibat adalah KPI Sulteng, Santigi Institute, KPP Tentena, Awam Green, Kalavata, Pudjananti, Kontras Sulteng, AJI Palu, LP2M Universitas Kristen Tentena jumlah dana keseluruhan yang terserap sebesar Rp. 408.151.485 (Empat ratus delapan juta seratus lima puluh satu ribu empat ratus delapan puluh lima rupiah).

Jumat, 22 Mei 2009

Pelatihan Anyaman Kayu


Penanggung jawab kegiatan ini adalah Dinas Perindagkop Propinsi Sulawesi Tengah. Dalam mendukung pelaksanaan RPJMD maka arah dan kebijakan pembangunan sektor industri Sulawesi Tengah kedepan diselaraskan dengan kebijakan pembangunan industri nasional serta sejalan dengan UU nomor 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah dan juga tetap memperhatikan semangat dan aspirasi yang berkembang di masyarakat. Maksud dari pelaksanaan Kegiatan Kerajinan Kayu adalah selain untuk memanfaatkan bahan limbah kayu yang selama ini dianggap tidak mempunyai nilai jual tinggi juga tidak kalah pentingnya untuk memberdayakan perempuan atau gender dalam membantu pendapatan keluarga dan membekali ilmu pengetahuan pada pemuda pemudi putus sekolah sehingga tentunya dapat menumbuhkan unit – unit usaha baru khususnya dalam bentuk anyaman kayu yang berupa tikar, sajadah dll, dan dengan pelaksanaan kegiatan ini juga bertujuan untuk dapat menyatukan serta kerjasama yang baik bagi para peserta yang terdiri dari berbagai Jenis kelamin, agama dan daerah asal yang merupakan daerah imbas dari dampak kerusuhan ( Poso, Parigi Moutong dan Palu ). Tujuan dari pelatihan ini adalah membekali para peserta dengan proses produksi dan anyaman kayu serta desainnya sehingga secara tidak langsung akan membuka lapangan kerja baru disektor kerajinan kayu yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan perajin dan keluarganya, serta membangun dan menata kembali hidup para masyarakat daerah imbas kerusuhan dan tentunya juga memanfaatkan sumber bahan limbah yang banyak tersedia di Sulawesi Tengah. Kegiatan Pelatihan Kerajinan Kayu diharapkan akan adanya produk baru berupa Anyaman kayu seperti tikar, sajadah dll di beberapa Kabupaten /Kota dengan penciptaan 20 orang perajin anyaman kayu dari berbagai daerah. Pelatihan anyaman kerajinan kayu ini di Hotel Alugoro Kab Poso, tanggal 27 November – 1 Desember 2008, peserta 20 orang laki-laki 3 orang perempuan 17 orang (terdapat peserta pemuda perempuan 6 orang, Ibu-ibu 11 orang), dengan biaya Rp. 61.716.000 (Enam puluh satu juta tujuh ratus enam belas ribu rupiah). Kegiatan Pelatihan Kerajinan Kayu diharapkan akan adanya produk anyaman kayu di beberapa Kab/Kota, serta terciptanya pasar ekspor untuk produk tersebut. Dalam kegiatan Pelatihan kerajinan kayu sasarannya adalah para ibu-ibu rumah tangga dan pemuda pemudi putus sekolah sehingga nantinya dapat membantu pendapatan keluarga serta tumbuhnya unit usaha baru dari kelompok ibu-ibu RT dan pemuda pemudi putus sekolah.



Kegiatan Plan (Bappeda Prop Sulteng)


Pembangunan daerah di Sulawesi Tengah sebagai strategi dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya memerlukan sistem monitoring dan evaluasi terhadap program maupun aktivitas pembangunan yang masih dalam proses maupun telah dilaksanakan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bappeda Propinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dimaksukan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman teknis para peserta workshop (aparat perencana Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Tengah) dalam mengevaluasi dan memonitoring proses kegiatan dan hasil serta dampak pembangunan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Para peserta workshop diharapkan dapat mengantisipasi persoalan yang menjadi kendala dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tujuan kegiatan ini agar peserta mampu memahami dan membuat laporan monitoring dan evaluasi hasil pembangunan. Sasaran dari kegiatan ini adalah berdayanya stakeholder pembangunan dalam hal ini para staf Bappeda Kabupaten/Kota. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14-15 Agustus 2008 bertempat di Wisata Hotel Palu dengan biaya sebesar Rp. 63.576.000 (Enam puluh tiga juta lima ratus tujuh puluh enam ribu rupiah). Peserta yang hadir sebanyak 24 orang, 16 orang laki-laki, 8 orang perempuan dengan rincian 15 orang dari Bappeda Kabupaten/Kota, 9 orang Bappeda Propinsi Sulawesi Tengah ditambah panitia sebanyak 5 orang, narasumber sebanyak 4 orang yang terdiri dari Narasumber Pusat (Bappenas) 1 orang, UNTAD 1 orang, Bappeda Propinsi 2 orang, Notulensi 2 orang serta 2 orang Fasilitator, peserta yang secara total kegiatan ini melibatkan 37 orang.

 

Wilayah Kerja

Program PTD merupakan kelanjutan dari program-program UNDP yang pernah dilakukan sebelumnya, yaitu: Program Pemulihan Maluku dan Maluku Utara atau North Maluku and Maluku Recovery Programme (NMMRP) dan Inisiatif untuk Pembangunan secara Damai, Rekonsiliasi dan Pemulihan Sulawesi Tengah. Kedua program tersebut mempunyai wilayah kerja yang meliputi: Propinsi Maluku dan Sulawesi Tengah. Untuk menjaga keberlanjutan pembinaan program bagi daerah-daerah tersebut, Pemerintah Indonesia bersama-sama UNDP menetapkan wilayah kerja atau lokasi sasaran Program PTD adalah: Propinsi Maluku, Propinsi Maluku Utara (yang merupakan pemekaran dari Propinsi Maluku) dan Propinsi Sulawesi Tengah. Wilayah kerja Program PTD bersifat berjenjang, mulai dari tingkat propinsi, kabupaten, kecamatan sampai dengan desa. Di masing-masing propinsi, wilayah kerja PTD meliputi dua kabupaten/kota, sedangkan dimasing-masing Kabupaten/Kota terdiri dari dua kecamatan dan dua desa/kelurahan dimasing-masing Kecamatan. Penetapan kabupaten dan kota dilakukan berdasarkan kriteria-kriteria yang dibangun bersama oleh pemerintah dan pemangku-pemangku kepentingan di tingkat propinsi. Untuk Propinsi Sulawesi Tengah, berdasarkan hasil musyawarah pemerintah daerah (Bappeda) dan Universitas Tadulako (P4K), maka ditetapkan wilayah kerja atau lokasi sasaran Program PTD di tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan adalah sebagai berikut:

I. Kota Palu

  1. Kecamatan Palu Selatan
    • Kelurahan Kawatuna
    • Kelurahan Petobo
  2. Kecamatan Palu Barat
    • Kelurahan Buluri
    • Kelurahan Balar

II. Kabupaten Poso

  1. Kecamatan Poso Kota
    • Kelurahan Kayamanya
    • Kelurahan Gebangrejo
  2. Kecamatan Pamona Utara
    • Kelurahan Pamona
    • Desa Sulewana

Selain Kabupaten dan Kota yang menjadi sasaran Program PTD, dalam tataran implementasinya PTD juga memberikan grant ke daerah non sasaran yang disebut dengan cluster. Khusus untuk Propinsi Sulawesi Tengah, untuk sementara daerah cluster PTD adalah wilayah yang berdekatan dengan lokasi sasaran (Kab. Parimo dan Kab. Donggala).

Sasaran

Sasaran Program PTD adalah masyarakat madani, yang dikelompokkan ke dalam lima bagian, yaitu:

(a) Pemerintah daerah, meliputi: pemerintah propinsi dan kabupaten, dengan memberikan stressing penguatan awal pada strata bawah struktur pemerintahan (pemerintah kecamatan dan kelurahan), dinas-dinas sektoral dan non sektoral, lembaga-lembaga pendidikan negeri (dari mulai sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi), koperasi, dan lain sebagainya.

(b) Lembaga yang berbasiskan masyarakat, misalnya: lembaga-lembaga adat, himpunan pelajar dan mahasiswa, lembaga-lembaga pendukung pemerintah di tingkat desa, kelompok perempuan, dan lain-lain.

(c) Lembaga swadaya masyarakat, yaitu: lembaga-lembaga nirlaba yang bergerak di bidang sosial, ekonomi, hukum dan budaya, baik yang bersifat lokal maupun nasional yang bergerak di wilayah propinsi dan kabupaten terkait.

(d) Sektor swasta, misalnya: kelompok perbankan, asosiasi profesi dan tenaga kerja, koperasi non pemerintah, lembaga-lembaga pendanaan non pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga-lembaga hukum, dan lainnya.

(e) Masyarakat umum, meliputi: kelompok atau individu dalam masyarakat yang tidak termasuk ke dalam kelompok-kelompok di atas.