LOKAKARYA TAPAL BATAS

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara PMU PTD Propinsi Sulawesi Tengah dan P4K Universitas Tadulako. Lokakarya ini berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 21 sampai 22 Februari 2008, bertempat di Hotel Wisata Palu Sulawesi Tengah. Peserta Kegiatan berasal dari instansi pemerintah SKPD Pemerintah Propinsi Pemerintah Kabupaten/Kota, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, Aparat keamanan (kepolisian)
dan dari Kelurahan dimana pernah terjadi konflik tapal batas. Jumlah peserta yang hadir 39 orang terdiri dari peserta perempuan 4 orang, peserta laki-laki 35 orang terdiri dari PNS 24 orang, CSO 8 orang, BPD/LPMS 2 orang, Tokoh masyarakat 1 orang, pemuda/mahasiswa 2 orang. Lokakarya ini bertujuan :
- Menemukenali pemicu,sumber-sumber konflik dan akar konflik diseputar isu tapal batas
- Memetakan faktor yang menjadi perekat antar komunitas sebagai modal sosial dalam penyelesaian konflik yang berlatar belakang tapal batas
- Merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat menjadi landasan dan acuan bagi pemerintah daerah dalam menyelesaikan konflik yang berlatar belakang tapal batas.
- Merumuskan kerangka kerja aksi yang dapat diimplementasikan sebagai bagian dari cegah tangkal munculnya kekerasan dan konflik antar wilayah (Desa/Kelurahan) yang berlatar belakang konflik tapal batas.
- Terumuskannya agenda aksi pembangunan perdamaian bagi pemerintah daerah yang berlatar belakang tapal batas di Sulawesi Tengah.
Materi dan Narasumber
- Konflik Tapal Batas Perspektif Pemerintah oleh Dra. Nuti Indrawati, M.Pd (Bappeda Kota Palu)
- Konflik Tapas Batas sumber, histori dan solusi, oleh Tahmidi Lasahido (P4K-Untad)
- Strategi Penanganan Konflik Tapal Batas Perspektif Aparat Keamanan oleh (AKBP. H.M. Sururi)
- Manajemen Konflik Perspektif Tapal Batas oleh Mauled Mulyono (P4K-Untad)
Terdapat 3 hal utama yang di bahas dalam Lokakarya yaitu :
- Teridentifikasinya sumber, akar dan pemicu konflik tapal batas.
- Terumuskannya langkah-langkah strategis yang dapat menjadi landasan dan acuan bagi pemerintah daerah dalam menyelesaikan konflk dengan latar belakang tapal batas.
- Adanya rumusan kerangka kerja aksi yang dapat diimplementasikan sebagai bagian dari cegah tangkal munculnya kekerasan dan konflik antar wilayah.
Kesimpulan pelaksanaan Lokakarya Tapal Batas :
- Konflik tapal batas sebagian besar terjadi karena faktor etnisitas, sumber daya ekonomi, histori dan hukum.
- Pemerintah belum memiliki perangkat hukum yang jelas dalam menetapkan konflik batas wilayah administratif sehingga sering menimbulkan konflik berkepanjangan.
- Pelibatan semua instansi atau lembaga yang terkait dalam penyelesaian sebuah konflik yang berlatar belakang tapal batas, akan dapat meredam terjadinya konflik kekerasan yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda.
- Perlu pelibatan masyarakat dalam penyusunan rencana pembangunan yang sensitif konflik guna mengakomodasi kepentingan masyarakat yang paling esensial agar meminimalisir potensi konflik.
Berikut foto saat diskusi kelompok
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar